Telur Puyuh BM Omset hingga 20 Juta perbulan

Bahrulmaghfiroh.com, Budidaya Telur Puyuh merupakan salah satu jenis unit usaha yang bergerak pada bidang Agrofarm yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh. Unit usaha ini berdiri sejak bulan Oktober 2019 silam dan kini total puyuh yang dibudidaya telah mencapai ribuan ekor dengan omset ± 20 juta perbulan. Tujuan awal didirikan unit usaha ini selain untuk kemandirian pesantren, juga untuk membekali para santri dengan jiwa kewirausahaan.

Budidaya ini, merupakan ide/ gagasan pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS. Beliau menginginkan Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh ini bisa berdikari. Selain para santri dibekali ilmu agama yang banyak, beliau juga ingin memberikan ilmu kewirausahaan agar bisa diterpakan oleh para lulusan pondok, baik untuk masa depan alumni atau untuk membantu perekonomian pesantren.

“Sehingga Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh ini kuat dalam kualitas agamanya dan bisa menghidupi kebutuhan pesantren dari penghasilan internal pesantren dengan dukungan semua unsur yang ada di dalamnya.” Ucap pengasuh yang kerap disapa Gus Bisri dengan wajah sumingrah.

Saat ini, unit usaha budidaya telur puyuh telah berkembang dengan sangat pesat. Terhitung sejak awal usaha ini berjalan, total burung puyuh yang dimiliki hingga saat ini berkisar 5.000 ekor dengan target total 8.000 ekor pada lahan ±105 m² atau sama dengan ukuran lebar 7 meter dan panjang 15 meter. Adapun tipe kandang yang digunakan bersifat komunal atau berkerumun, sehingga dalam setiap kotak dalam kandang berisi sekitar 20 ekor burung puyuh. Oleh karena itu, lahan budidaya ini berpindah ke Desa Tlekung, Kec. Junrejo, Kota Batu yang juga lahan milik pesantren.

Medi Priandono (akrab yang dipanggil Pak Medi), selaku pendamping budidaya telur puyuh menjelaskan, Setiap 5.000 ekor burung puyuh dapat menghasilkan sekitar 41 sampai 44 kg telur burung puyuh perhari. Namun, hasil itu tergantung dari perawatan burung puyuhnya, semakin baik perawatan, akan semakin lebih banyak menghasilkan dan lebih baik kualitas telur puyuh yang ditetaskan.

Burung puyuh akan menetas dalam sehari mulai pukul 3 sore sampai pukul 7 malam. Tetapi puncak atau waktu banyaknya burung puyuh menetas adalah pukul 5 sore. “Biasanya kita memberi makan para burung puyuh ini dua kali sehari, yaitu pukul 8 pagi dan pukul 5 sore, sekalian juga memanen telur puyuh.” Terangnya.
Uniknya, segala kegiatan budidaya ini dikerjakan oleh alumni santri pesantren. Mereka memberi makan burung, vitamin, vaksinasi, serta disinfektan setiap harinya agar kualitas telur bagus serta burung puyuh tidak mudah terjangkit penyakit.

Book your tickets