Salam kepada Non-Muslim, Dilarang?

Dalam satu riwayat mengatakan
“Jangan kalian memulai salam kepada orang-orang yahudi dan nasrani dengan kalimat salam (assalamualaikum)”.
Sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa dilarang mengucap salam kepada orang non-muslim.

Namun di era sekarang, kita hidup damai dan saling berdampingan dengan agama lain. Kita pasti punya teman beragama lain selain Islam seperti kristen, hindu, budha, dan lainnya. Karena mereka tinggal di Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam, sehingga menjadikan mereka secara tidak langsung mengikuti kebiasaan kita termasuk mengucapkan salam. Jadi bagaimana kalau mereka yang non muslim mengucapkan salam kepada seseorang yang beragama Islam? apakah kita dilarang juga untuk membalas salam mereka?

Tentu hal ini sedikit terabaikan karena orang non muslim yang mengucapkan salam tersebut adalah teman kita. Bahawasannya membalas salam dari orang non muslim itu tetap DILARANG. Perlu ditekankan bahwa, baik memulai salam atau membalas salam terhadap orang non muslim itu tetap dilarang. Nabi Muhammad SAW pun melakukan demikian. Jadi bagaimana hal itu terjadi kepada kita? Bukankah akan tersinggung jika kita tidak membalas salamnya, toh mereka ingin bersikap ramah dan toleran kepada kita yang muslim?

Ada seorang ulama yang mengalami hal demikian. Karena ulama tersebut tahu tentang dilarangnya mengucapkan salam kepada non muslim, beliau menjawab salam orang non muslim tersebut dengan kata “Wa’alaikum” atau “Selamat Datang”.

Tidak mungkin kita mengabaikan orang yang mengucapkan salam kepada kita meskipun orang tersebut non muslim. Tanpa melanggar agama, kita tetap bisa membalas salam mereka yang non muslim. Kita tentu paham arti salam tersebut. Salam ini digunakan untuk mengucapkan keselamatan bagi seseorang tersebut. Jadi, ucapan salam kita kepada orang non muslim ini merupakan ucapan selamat seperti halnya selamat ulang tahun, selamat pagi, siang ataupun malam.

sumber: https://youtu.be/az11OvmPtnY

Book your tickets