Perjalanan Nabi Isra Mi’raj

bahrulmaghfiroh.com – Isro’ Mi’roj merupakan salah satu mu’zijat yang diberikan oleh Allah kepada kekasihnya, yaitu Nabi Muhammad SAW. Banyak penduduk Makkah yang tidak percaya dengan mu’jizat Nabi yang satu ini. “Peristiwa isro’ dan mi’roj adalah peristiwa yang pasti ada, tetapi tidak bisa di akal oleh pikiran manusia karena itu langsung Allah yang menuntun Nabi Muhammad SAW” ujar Ustadz Khumaidi salah satu asatidz yang aktif mengajar di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh pusat, Malang.
Isro’ Mi’roj sendiri merupakan gabungan dari dua kata, yaitu “Isro’” dan “Mi’roj”. Isro’ memiliki makna perjalanan malam hari di dunia, yaitu perjalan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Kota Makkah ke Masjidil Aqso di Kota Yerusalem. Mi’roj memiliki makna perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqso ke Sidratul Muntaha atau surge ke-tujuh untuk bertemu Allah Azza wa Jalla.
Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 27 bulan Rajab. Dan pada peristiwa itu, Nabi Muhammad SAW ditemani oleh Malaikat Jibril dengan mengendarai seekor Buroq. Peristiwa tersebut terjadi sekitar setelah sholat Isya’ sampai sebelum sholat Shubuh. Karena hal itu, para penduduk kota Makkah tidak percaya dengan Nabi Muhammad SAW.
Ustadz Khumaidi menambahkan “Peristiwa Isro’ dan Mi’roj adalah peristiwa yang pasti ada tetapi tidak bisa di akal oleh pikiran manusia karena itu langsung Allah yang menuntun Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsho dan dari Masjidil Aqsho ke Sidrotul Muntaha yang jarak nya sangat jauh tetapi hanya di tempuh mulai setelah Isya’ sekitar jam 20.00 sampai sebelum Shubuh..Maka kita sebagai orang yang beriman dan umat Nabi Muhammad wajib percaya karena orang-orang kafir tidak percaya diceritai peristiwa itu di antara Abu Jahal dan lain2.”
Dikutip dari bersamadakwah.net, disana diceritakan secara lengkap peristiwa Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW. Isra miraj merupakan tasliyah (hiburan) dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang dilanda duka hingga menyebut amul huzn (tahun duka cita).Mengapa beliau berduka? Ada beberapa sebab. Pertama, istri beliau Khadijah radhiyallahu ‘anha wafat pada bulan Ramadhan tahun 10 kenabian.
Tak berselang lama setelah Khadijah wafat, paman beliau Abu Thalib juga wafat. Meskipun tidak mau masuk Islam, Abu Thalib adalah pembela sejati Rasulullah. Beliau yang senantiasa pasang badan saat orang-orang kafir Quraisy menyakiti Rasulullah atau hendak mencelakakannya.
Setelah kejadian tersebut, Rasulullah masih tegar dalam menyebarkan agama Islam hingga pada saat Isro’ Mi’roj dan pada peristiwa Rasulullah diberi perintah sholat. Hikmah dari kisah Isro’ Mi’roj ialah setelah kejadian kejadian sedih menimpa kita, kita tidak boleh menyerah. Karena Allah masih menyimpan banyak rahasia dan kuasanya yang belum diberikan kepada kita.

Book your tickets