Optimalkan Sya’ban, Persiapan Menjelang Ramadhan

Gus Luqman- di masjid Istiqomah 2

PERSIAPAN RAMADHAN: Menjelang bulan suci Ramadhan, Gus Luqman Al Karim berpesan untuk mengoptimalkan amaliyah dibulan Sya’ban

Sebagaimana yang sedang kita lalui bersama, sekarang ini kita telah masuk pada sebuah bulan yang dimulyakan oleh Allah SWT yakni bulan Sya’ban. Dengan ini maka telah seyogyanya kita bergembira atas kedatangannya dan merupakan sebuah moment untuk mempersiapkan diri menghadap bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi kita akan menjumpainya.

Terdapat sebuah hadits Nabi Muhammad SAW menyatakan akan fadhilah bagi orang-orang yang bergembira akan kedatangan bulan suci Ramadhan yakni: Man fariha bidukhuli romadhona imanan wahtisaban ghufiro lahu ma taqoddama min dzambihi wama taakhor artinya : “Barang siapa berbahagia dengan datangnya bulan suci Ramadhan dalam penuh keimanan, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya baik yang telah lewat ataupun yang akan datang”

Selain itu, didalam kitab karangan Al Habib Muhammad Bin Alwi Al Maliki yang berjudul (Madza fi sya’ban/ apa saja yang dilakukan dibulan Sya’ban) dijelaskan bahwa “Wabiannahnu nasta’iddu bi’ulumihi” dengannya (Sya’ban) hendaknya kita mempersiapkannya dengan cara mempelajari ilmunya. Berikut adalah diantara poin-poin penting mengenai sya’ban.

  1. Sya’ban adalah bulan bulan yang sudah terkenal kemulyaannya. Bahkan rata-rata orang yang berada di mekkah dan dimadinah memperbanyak beribadah kepada Allah SWT.
  2. Terdapat pemindahan arah qiblat dari Masjidil Aqsho kearah Masjidil haram. Seperti difirmankan oleh Allah SWT dalam Al Qur’an.” Fawalli wajhaka syathrol masjidil harom” maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dalam hal ini, selain perintah perubahan arah qiblat, juga menunjukan betapa pentingnya dua tempat tersebut sehingga kita dianjurkan untuk sering menziarahinya.
  3. Rof’ul A’mal (diangkatnya laporan perbuatan manusia). Maksudnya adalah, semua catatan pekerjaan manusia pada saat itu dikumpulkan dan dilaporkan oleh malaikat-malaikatnya kehadirat Allah SWT. Maka tidak heran banyak dikalangan para ulama menganjrkan untuk memperbanyak puasa pada bulan ini. Sebagaimana ditanyakan oleh sahabat kepada Nabi Muhammad SAW, Ayyu shoumi afdholu ba’da romadhon? artinya: puasa apakah yang paling utama tingkatannya setelah bulan suci Ramadhan?, qola (nabi bersabda) :  shoumu sya’ban “Yakni puasa Sya’ban”.
  4. Terdapat fadhilah membaca Surat Yasin. Sebagaimana kebanyakan umat islam pada bulan ini mereka berdo’a agar dikabulkan segala hajat-hajatnya oleh Allah SWT. Hal ini dikarenakan dibulan Sya’ban juga merupakan bulan yang
  5. Bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Menurut Sayyid Muhammad  Al Maliki  “Kita harus faham ayat Al Qur’an dan mengamalkannya yang berbunyi Innallaha wamalaikatahu yusholluna ‘alannabi (Allahumma sholli wasallim wabarik ‘alaih.
  6. Niat Idhofiyah (tambahan) dalam segala ibadah. Didalam Surat Al Fatihah difirmankan “Iyyaka na’budu, waiyyaka nasta’in/ hanya kepadamulah kami beribadah dan hanya kepadamulah kami meminta pertolongan. Meskipun dalam hal ini dianjurkan untuk beribadah kepada Allah SWT dengan niat yang ikhlas dan hanya mengharap ridlo Allah SWT, namun juga disahkan apabila ibadah kita diimbuhi dengan niat-niat yang baik diantaranya: niat supaya diberi kelapangan oleh Allah SWT dalam segala hal, dilimpahkan rejeki dan dikabulkan hajat-hajat didunia maupun diakhirat.

Nah, dari sekian poin-poin penting bulan Sya’ban, menunjukan kepada kita akan pentingnya beribadah kepada Allah SWT dan keyakinan kita kepadanya merupakan sebuah bentuk ketaqwaan kepadanya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Laa nas’aluka rizqon, nahnu narzuquka, wal ‘aqibatu littaqwa” artinya: “Kami (Allah) tidak memintamu untuk memberikan rejeki, kamilah yang memberikanmu rejeki dan akibat yang baik teruntuk orang-orang yang bertaqwa”.

Book your tickets