Kematian Orang yang Beriman

bahrulmaghfiroh.com – Di kutip dari eramuslim.com Kematian orang beriman ,Keyakinan orang yang beriman akan adanya kehidupan sesudah kematian menjadikan dirinya selalu bertaqwa dan standby menerima kematian, ia memandang kematian sebagai suatu yang datang menjemput ajalnya, tidak seperti orang kafir yang takut akan datangnya kematian, Orang beriman sangat di pengaruhi oleh sabda Rosululloh SAW yang artinya berbunyi; ““Banyak-banyaklah mengingat penghapus kenikmatan, yakni kematian.” (HR Tirmidzi).

Sedangkan sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu pernah berkata: “Bila manusia meninggal dunia, maka pada saat itulah ia bangun dari tidurnya.” Subhanallah…! Berarti beliau ingin mengatakan bahwa manusia yang menemui ajalnya adalah manusia yang justru baru mulai menjalani kehidupan sebenarnya, sedangkan kita yang masih hidup di dunia ini justru masih ”belum bangun”. Sungguh, ucapan ini sangat sejalan dengan firman Allah ta’aala yang artinya:

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 64).

 Sepantasnya sahabat Ali r.a pula yang berkata: “Dunia pergi menjauh dan akhirat datang mendekat. Karena itu, jadilah kalian anak-anak akhirat, jangan menjadi budak-budak dunia. Sekarang waktunya beramal, dan tidak ada penghisaban. Sedangkan besok waktunya penghisaban, tidak ada amal.”

Maka dari itu saudaraku, marilah kita mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian yang bisa datang kapan saja. Kematian yang sungguh mengandung kepedihan bagi setiap manusia yang mengalaminya. Hingga kekasih Allah ta’aala saja, yakni Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam berdoa agar Allah ta’aala ringankan bagi dirinya sakaratul maut. Tidak ada seorangpun yang tidak bakal merasakan kepedihan sakratul maut.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS Ali Imran 185)

Book your tickets