Persahabatan Sejati, Tak kan Pernah Berhenti

Haul 9

SAMBUNG SILATURAHMI: Meskipun Abuya Sayyid Abbas telah kembali menghadap Allah SWT, namun Kedekatan guru kita KH. Gus Luqman Al Karim dengannya tak akan terputus. Apalagi hubungan ini diteruskan oleh putranya yakni Sayyid Alawi Bin Abbas Bin Alwi Al Maliki.

Jalinlah dan perbaikilah hubungan dengan sesama teman anda atas dasar kecintaan kepada Allah SWT dan Rosulullah SAW!. Seperti persahabatan sejati yang dicontohkan oleh guru kita KH. Gus Luqman Al-Karim dengan Abuya Sayyid Abbas Bin Alwi Al Maliki. Dimana, kedekatan keduanya ini diceritakan oleh Sayyid Alawi (Putra Sayyid Abbas) saat menghadiri pengajian umum dan haul KH. Abdullah Fattah (Ayah Gus Luqman), Abuya Sayyid Abbas, KH. Adnan Slamet Bin Shobar, dan Gus Didik (kakaknya Gus Luqman) yang digelar di Aula Ponpes Bahrul Maghfiroh Malang, Kamis (4/2/16).

Sayyid Alawi menuturkan bahwa kecintaan Gus Luqman dengan Sayyid Abbas akan senantiasa langgeng hingga hari qiyamat, dikarenakan keduanya saling mencintai karena Allah SWT dan Rosulullah SAW. Sementara, salah satu sebab kedatangan Sayyid Alawi ke Ponpes Bahrul Maghfiroh ini tiada lain adalah untuk menyambung hubungan kekerabatan keduanya agar tidak putus meskipun beliau sayyid Abbas telah kembali menghadap Allah SWT.

Ia juga menyampaikan poin-poin penting dari isi tausiyah yang ia sampaikan kepada para jama’ah diantaranya adalah, yang pertama kita sebenarnya harus banyak-banyak bersyukur kepada Allah SWT karena di Indonesia ini telah diberi keamanan oleh Allah SWT ketika ingin mendirikan majlis-majlis dzikir, sholawat, dan ibadah yang lainnya. Dimana, kondisi seperti ini sangat berbeda sekali dibanding dengan Kota Makkah Al Mukarromah. Hal ini senada dengan ayat Al Qur’an yang berbunyi “Qul bifadhlillahi wabirohmatihi fal yahrohu” Artinya: “Katakanlah! saat kalian mendapat keutamaan dan rahmat/kasih sayang dari Allah SWT , maka berbahagialah kalian semua.”

Haul 12

DITERJEMAH: Tausiyah yang disampaikan oleh Sayyid Alawi berbahasa Arab dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Al Ustadz Mahfudz Afandi.

Yang Kedua, pentingnya menuntut ilmu dengan adab/akhlaq dan sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Rosulullah SAW. Selain mencari ilmu, kita juga wajib mengamalkannya. Karena seseorang itu tidak dilihat dari banyaknya apa yang telah ia riwayatkan. Namun, sudah berapa banyak ilmu yang telah ia amalkan. Dalam hal pentingnya seseorang menuntut ilmu juga ialah bahwa ilmu dapat menyinari bagi siapa saja yang memilikinya. Sebagaimana suatu kisah yang dialami oleh Syekh Abdul Qodir Al-Jailani.

Pada suatu hari ketika ia bermunajat kepada Allah SWT, ia didatangi oleh iblis yang mengganggu ibadahnya dengan menampakan cahaya yang bersinar terang dan membisiki Syekh Abdul Qodir Al-Jilani bahwa segala amal ibadahnya sudah cukup dan tidak perlu susah payah mengerjakan sholat, puasa dll. Namun, karena Syekh Abdul Qodir Al-Jailani secara langsung menepis bisikan tersebut dan berkata “Menyingkirlah kamu hei iblis laknatullah!”.

Maka dari itu, wahai para santri! wajib kalian saat membaca Al-Qura’an agar menghayatinya dan mengamalkannya. tak hanya itu, wajib juga meniatkan ibadah tersebut sebagai kecintaan kita kepada Allah SWT dan Rosulullah SAW. Setelah itu kalian juga harus mencintai para ulama, karena ulama adalah salah satu warisan Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits diterangkan:

إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Seusai tausiyah oleh Sayyid Aalawi, Gus Luqman menambahkan bahwasanya Sayyid Alawi akan datang lagi ke Indonesia setiap setahun sekali yang tujuannya tidak lain adalah berdakwah meneruskan perjuangan ayahnya yakni Abuya Sayyid Abbas Bin Alwi Al Maliki.

 

Haul 17

KHUSYU’: Para jama’ah terlihat khusyuk saat mendengarkan dan menghayati isi tausiyah yang disampaikan.

Book your tickets