HUKUM MEMAKAI HANDSANITIZER OLEH HABIB SALIM ASSERY

bahrulmaghfiroh.com – Hand sanitizer ada dua jenis, ada yang komposisinya mengandung alcohol/etanol dan ada juga yg tidak

1.) /

Jika komposisi bahan yang digunakan dalam pembuatan hand sanitizer tidak mengandung sesuatu yang najis seperti alcohol/ethanol ( menurut jumhur) dan daripada najis – najis yg lainnya, maka hukumnya “suci” seperti yang anda ketahui

Maka tidak wajib kita basuh setelah mengenakannya, baik di tubuh, pakaian ataupun yg lainnya dan boleh kita kenakan untuk sholat

2.) /

1.) ‘ :

karena alcohol adalah ruh daripada khomer, begitupula alcohol sebagai alasan atau sesuatu yang menyebabkan mabuk pada khomer. arab mengatakannya al ghoul, latin mengucapkannya alcohol. sedangkan khomer hukumnya najis menurut 4 madzhab (syafi’i, hanafy, maaliky dan hanbaly)

– :

{ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ } الآية

– mensifati khomer dengan rijsun (najis)

– pernah memerintahkan mencuci gelas yang telah digunakan oleh non muslim untuk minum khomer serta alasan-alasan yg lainnya yg menunjukkan bahwasannya alcohol itu najis

?

– () :

haram kita mengenakannya ( karena melumuri anggota tubuh dengan najis tanpa hajat (kebutuhan) hukumnya haram )

– () :

boleh kita mengenakannya hanya sekedar kadar hajat, akan tetapi wajib kita basuh setelahnya karena najis.

:

عموم البلوى / ما تعم به البلوى

umumul balwa

yg mana jika telah mencapai pada keadaan maka hukumnya dima’fu / dimaafkan

suatu keadaan atau peristiwa yg mencakup banyak orang dan tidak mungkin (sangat sulit) menghindari / melindungi darinya sekiranya seseorang tidak mungkin dapat terlepas atau menjauh darinya.

وعموم البلوى سبب للمشقة

umumul balwa adalah sebab daripada kesulitan dan kesulitan akan mendatangkan kemudahan. sebagaimana dalam qaidah fiqihiyah :

المشقة تجلب التيسير

kesulitan akan mendatangkan kemudahan

:

-.) jalanan umum telah rata dengan sesuatu yg najis, dan telah bercampur tidak bisa dibedakan, jika mengenai kita maka hukumnya dima’fu/dimaafkan dengan catatan jika sekiranya kita tidak bisa menghindari dari jalanan tersebut. ( )

-.) air liur jika keluarnya dari mulut hukumnya suci, jika dari perut hukumnya najis. ini pendapat yg mu’tamad. ( biasanya berwarna sedikit kuning atau memiliki bau yg tak sedap).

jika dia tidak bisa menghindari darinya (terus menerus keluar pada saat tidur dan tidak bisa ia hindari) maka hukumnya ma’fu/ dimaafkan. ( )

– :

di daerahnya ada beberapa toko menjual hand sanitizer mengandung alcohol, ada juga yg menjual non alcohol,,, disini tidak masuk kategori umumul balwa, karena keadaanya sekarang ada pilihan, tidak sulit mengenakan yg non alcohol, dan tidak terdesak. maka tidak boleh ia mengenakan hand sanitizer yg mengandung alcohol.

Book your tickets