Hukum Forex Online di Pasar Derivatif: Benarkah Ulama Salaf Mengharamkannya?


bahrulmaghfiroh.com – Di kutip dari NU online.“Setiap orang yang melakukan muamalah riba pada dirham dan dinar maka ia benar-benar telah kufur nikmat dan berlaku zalim, karena keduanya diciptakan untuk ditukar dengan selainnya dan bukan untuk sesama jenisnya. Sebab tidak ada gharadl (tujuan) penciptaannya untuk fisik keduanya. Oleh karena itu apabila kedua dinar dirham itu diniagakan atas dasar fisik (bahan penyusun) keduanya, maka tindakan itu sama halnya dengan telah menyimpang dari tujuan dasar hikmah ia diciptakan. Oleh karena itu, menjadikan nuqud (dinar dan dirham) untuk tujuan selain ia diciptakan adalah merupakan kezaliman.” (Abu Hamid al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, juz 4, halaman 99).   Penting untuk kita pahami dari ungkapan yang disampaikan Hujjatul Islam di atas: Yang dilarang adalah melakukan muamalah riba pada dinar dan dirham (‘amala mu’amalatar riba). Gambaran dari hal ini adalah menukar uang 1 dinar dengan 2 dinar, atau 1 dirham dengan 2 dirham, maka inilah yang dimaksud sebagai riba yang dilarang. Termasuk bagian yang dilarang adalah melebur dinar untuk diambil emasnya, atau melebur dirham untuk diambil peraknya. Tindakan ini sudah barang tentu disebut sebagai menempatkan dinar dan dirham tidak sebagaimana tempatnya, disebabkan keduanya adalah medium of exchange, sementara tindakan meleburnya adalah mengubah dinar tidak lagi menjadi mata uang. Itulah yang dimaksud dengan ungkapan Imam al-Ghazali lewat لأنهما خلقا لغيرهما لا لنفسهما (sebab keduanya diciptakan untuk selain keduanya [medium pertukaran] dan bukan untuk fisik penyusunnya).   Jadi, pernyataan Anda yang menggarisbawahi bahwa “uang hanya sebagai alat tukar (medium of exchange) dan bukan sebagai barang dagangan (komoditas) yang dapat diperjualbelikan” kiranya merupakan buah dari kesalahan persepsi dengan mengatasnamakan Imam al-Ghazali, tanpa merujuk langsung terhadap karya beliau. Jika memang tukar-menukar uang tidak diperbolehkan, maka Anda pun juga tidak bisa menukarkan selembar uang 100 ribu sebagai 10 lembar uang pecahan 10 ribuan. Sebab bagaimanapun juga, tukar-menukar adalah bagian dari jual beli (barter).

Book your tickets