HARUSKAH KITA MENGHORMATI PENGHAFAL AL QUR’AN

bahrulmaghfiroh.com – sebagaimana disebutkan didalam al Quran

Artinya:
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.

Artinya:
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya

Artinya:
Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.

Artinya:
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.

diriwayatkan oleh Abu Mas’ud al-Anshari dan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu „Abbas
Dari sahabat Abu Musa al-Asy‟ari radliyallahu‟anh berkata, Rasulullah shalallahu‟alaihi wasallam bersabda:
“Termasuk dari memulyakan Allah Ta‟ala adalah menghormati orang-orang muslim yang sudah tua, orang-orang yang hafal al-Qur‟an yang tidak berlebihan dan melampaui batas,
serta menghormati pemimpin yang adil”. (Telah meriwayatkan hadits ini Imam Abu Dawud dan ini merupakan hadits yang hasan dan sahih).

Dari sayyidatuna „Aisyah radliyallahu‟anha berkata:
“Rasulullah shalallahu‟alaihi wasallam telah memerintahkan kami untuk menempatkan manusia pada posisinya masing-masing”. (Telah meriwayatkan hadits ini Imam Abu Dawud dalamkitab Sunannya dan Imam al-Bazzar dalam Musnadnya. Imam al-Hakim Abu Abdillah
berkata dalam kitab Ulum al-Hadits, hadits ini adalah hadits yang hasan dan sahih”.

Dari sahabat Jabir bin Abdillah radliyallahu‟anh,
Sesungguhnya Rasulullah shalallahu‟alaihi wasallam telah mengumpulkan dua orang korban yang meninggal dalam perang uhud, kemudian beliau bersabda: “Mana di antara kedua orang ini yang paling banyak hafal a-Qur‟an?,” kemudian Nabi diberi isyarat kepada salah satu dari keduanya kemudian beliau mendahulukannya untuk dimasukan ke dalam liang lahad”. (Telah meriwayatan hadits ini Imam Bukhari).

Dari sahabat Abu Hurairah radliyallahu‟anh dari Rasulullah shalallahu‟alaihi wasallam;
Allah Ta‟ala telah berfirman: “Barangsiapa yang menyakiti wali-Ku berarti orang tersebut telah menantang-Ku untuk berperang”. (Telah meriwayatkan hadits ini Imam Bukhari).

Telah tetap dalam kitab Sahihain dari Rasulullah shalallahu‟alaihi wasallam bahwasanya beliau telah bersabda: “Barangsiapa yang menjalankan shalat subuh maka orang tersebut telah mendapatkan tanggungan dari Allah Ta‟ala, oleh karena itu jangalah kamu menyebabkan Allah Ta‟ala menuntut pertanggung jawaban atas tanggungan-Nya”.

Dari dua Imam yang mulia Imam Syfi‟i dan Imam Abu Hanifah semoga Allah Ta‟ala merahmati keduanya, mereka berkata: “Jika saja para ulama itu bukan merupakan wali Allah maka tentu saja Allah Ta‟ala tidak punya wali”.

Al-Imam al-Hafidz Abu al-Qasim Ibnu „Asakir rahimahullah berkata: Ketahuilah wahai saudaraku semoga Allah Ta‟ala selalu menuntun kita dan anda ke dalam keridloan-Nya dan menjadikan kita sebagai orang yang takut serta bertakwa dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, sesungguhnya daging para ulama adalah beracun. Dan kebiasaan Allah Ta‟ala dalam merobek penutup para penghinanya (para ulama) adalah sudah sangat dikenal. Dan
barangsiapa yang lesannya terpeleset dalam mencela para ulama, maka Allah Ta‟ala akan minimpakan pada orang tersebut sebelum kematiannya dengan kematian hati. “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” (an-Nur: 63).

Book your tickets