HABIB SALIM – Pergantian Imam dalam Sholat Jum’at

bahrulmaghfiroh.com – Kadang terjadi istikhlaf pada saat khutbah, atau antara khutbah dan sholat, dan kadang pada saat pertengahan sholat

1. Istikhlaf pada saat khutbah :
Jika istikhlaf terjadi pada saat khutbah, seperti khotibnya batal pada tengah khutbah, maka disyaratkan yg hendak menggantikannya telah mendengarkan seluruh rukun khutbah yang telah lalu sebelum khotibnya batal,jika ada satu rukun aj yg tidak terdengar olehnya maka tidak diperbolehkan baginya maju untuk menggantikan khotib, jika ia tetap maju menggantikannya maka khutbahnya tidak sah.

2. Istikhlaf terjadi antara khutbah dan sholat :
Seperti imam batal setelah khutbah sebelum sholat contohnya.maka yg hendak menggantikan disyaratkan telah mendengar seluruh rukun khutbah baik khutbah pertama maupun khutbah kedua, jika ada salah satu rukun yang tidak di dengar olehnya baik itu rukun khutbah pertama ataupun kedua maka tidak diperbolehkan baginya maju untuk menggantikan imam,jika ia tetap maju maka sholat jum’atnya tidak sah.

3. Istikhlaf ditengah Sholat Jum’at
Terjadi 3 keadaan

a. Kadang pengganti belum sempat takbir mengikuti imam. Maka tidak diperbolehkan baginya maju untuk menggantikan imam. Jika ia tetap maju maka sholat jum’atnya tidak sah.

b. Pengganti telah takbir dan mendapati imam berdiri atau ruku’ pada rakaat pertama. Maka boleh baginnya maju menggantikan imam dan sholat jum’atnya sah.

c. Pengganti mendapati imam setelah ruku’ dari reka’at pertama
– Jika batalnya imam sebelum tasyahud akhir. Maka tidak boleh baginya maju menggantikan imam, jika ia tetap maju maka sholat jum’atnya sah bagi selain dia. adapun ia, wajib baginya menyempurnakan dzuhur bukan jum’at. yang diwajibkan maju ialah makmum yang mendapati raka’at pertama dengan imam.
– Jika batalnya imam pada saat tasyahud akhir
Menurut Syekh Ibnu Hajar. Tidak diperbolehkan baginya menggantikan imam, jika ia tetap menggantikan imam , maka hukum sholat jum’atnya sah untuk selain dia,adapun ia wajib baginya untuk menyempurnakan sholat dzuhur.

Menurut Syekhul Islam Zakariya Al Anshary, Imam Arramly, Syekh AlKhotib Assyarbin. Boleh baginya menggantikan imam, hanya saja setelah tasyahhud selesai wajib baginya berdiri menyempurnakan raka’at kedua kemudian salam.

Catatan :
– Majunya pengganti imam itu kadang ia maju sendiri atau dimajukan oleh ex imam atau oleh para makmum.
– Sesungguhnya diperbolehkan istikhlaf jika si pengganti segera maju setelah batalnya imam sekiranya para makmum belum sempat mengerjakan rukun qauly ataupun rukun fi’ly atau belum berjalan masa waktu yg cukup dalam masa waktu tersebut mengerjakan rukun qauly atau rukun fi’ly, jika tidak maka sholat jum’atnya tidak sah.

Bagaimana jika semua atau sebagian makmum telah melakukan rukun qauly atau fi’ly?
Jika semuanya telah melakukan rukun fi’liy atau qauly sebelum ada yang maju menggantikan imam, maka sholat jum’atnya tidak sah.
Jika sisa makmum yg belum melakukan rukun qauliy atau fi’ly 40 orang atau lebih maka sholat jum’atnya sah. Jika sisahnya tidak sampai 40 orang :
a. Jika hal tersebut terjadi pada raka’at pertama maka sholat jum’atnya tidak sah.
b. Jika hal tersebut terjadi pada raka’at kedua maka sholat jum’atnya sah.

Rukun Qauly
Takbiratul Ihraam, Surat alfateha, tasyahhud Akhir, Sholawat Pada Tasyahhud Akhir, Salam Pertama

Rukun Fi’ly
Berdiri, ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, duduk tasyahud akhir.

Book your tickets