Gedung Rehabilitasi Narkoba Di Ponpes Bahrul Maghfiroh Berhasil Diresmikan

[foogallery id=”1487″]Gedung rehabilitasi Narkoba yang berlokasi di  Ponpes Bahrul Maghfiroh berhasil diresmikan oleh Mentri Sosial, Hj. Khofifah Indar Parawangsa, Jum’at (8/1/15). Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) ini telah dikukuhkan setelah penandatangan peresmian gedung rehab dan pemotongan rangkaian bunga seuasi do’a oleh pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh, Gus Luqman Al Karim.

Acara ini berlangsung sejak pukul 9.00 WIB dan dihadiri oleh Walikota Malang, H Muhammad Anton, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, para kiyai dan beberapa pejabat pemerintahan di Jawa Timur.

Menurut Mentri sosial, Khofifah mengatakan bahwa pesatnya penyandang Narkoba di Indonesia ini sebenarnya sudah lama terjadi. Bahkan, ironisnya penyalah guna barang terlarang tersebut kebanyakan diderita oleh anak-anak dibawah umur. “Sekitar tahun 87-an Negara-negara ASEAN sepakat untuk mendirikan pusat rehabilitasi narkoba” katanya.

Selain itu, ia juga menghimbau kepada para kiyai untuk menjalankan tugas baru yaitu memperhatikan nasib-nasib penyalah guna narkoba didaerah-daerah rawan narkoba. “Ini juga merupakan sebuah PR bagi para ulama’/kiyai, bukan hanya berdakwah dengan mengajarkan ilmu-ilmu syari’at saja, namun juga bagaimana penyalah guna barang terlarang bisa berkurang” tandasnya.

Mantan pecandu Narkoba, Erafles mengatakan bahwa kejamnya efek negatif narkoba sungguh telah mencengkram dari kehidupannya. “Saya sangat berterima kasih sekali kepada Allah yang telah memberikan kesempatan kesembuhan kepada saya. Saya berharap kedepannya bisa membantu teman-teman saya yang masih memakai barang-barang terlarang tersebut agar segera terbebas dari narkoba.” ucap salah satu pasien rehabilitasi narkoba PP. Bahrul Maghfiroh saat diminta untuk mencerikatakan pengalaman kelamnya terkait narkoba.

Pengasuh yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia (BMCI), Gus Luqmaan Al Karim sedikit menambahkan pembicaraan sebelum memimpin do’a dengan menukil dari sebuah hadits yang berbunyi “Sesuatu yang memabukkan (narkoba) merupakan induk dari segala kejahatan”. Maka dengan ini jelas bahwasanya telah sepatutnya memberikan fasilitas kepada umat dengan mendirikan pusat rehabilitasi narkoba ini merupakan suatu kewajiban.

 

Book your tickets