Apakah Kotoran pada Lipatan Tubuh Harus Dihilangkan saat Mandi Wajib?

 

bahrulmaghfiroh.com – Mengingat kotoran daki itu sebenarnya berasal dari keringat sendiri yang lama-lama memadat maka secara fiqih tidak perlu dihilangkan dan ketika mandi wajib cukup dengan membasuhnya. Hal ini berbeda bila kotoran daki itu berasal dari debu maka wajib dihilangkan. Secara lugas Imam al-Isnawi menjelaskan:

يُتَصَوَّرُ صِحَّةُ الْوُضُوءِ وَالْغُسْلِ وَعَلَى بَدَنِهِ شَيْءٌ لَاصِقٌ بِهِ يَمْنَعُ وُصُولَ الْمَاءِ إلَيْهِ يَقْدِرُ عَلَى إزَالَتِهِ وَلَا تَجِبُ عَلَيْهِ الْإِعَادَةُ .وَصُورَتُهُ فِي الْوَسَخِ الَّذِي نَشَأَ مِنْ بَدَنِهِ وَهُوَ الْعَرَقُ الَّذِي يَتَجَمَّدُ عَلَيْهِ، فَإِنَّهُ لَا يَضُرُّ. بِخِلَافِ الَّذِي يَنْشَأُ مِنْ الْغُبَارِ كَذَا ذَكَرَهُ الْبَغَوِيّ فِي فَتَاوِيهِ وَهُوَ مُتَّجَهٌ.

Artinya, “Dalam fiqih terdapat kasus wudhu dan mandi yang tetap sah padahal terdapat benda  yang menempel di tubuh pelakunya, mencegah air sampai padanya, bisa dihilangkan dan tidak mewajibkan pengulangan shalat yang bersucinya dilakukan dengan wudhu dan mandi tersebut. Yaitu kasus kotoran daki yang muncul atau berasal dari tubuh pelaku, yakni keringat yang telah menjadi padat atau mengeras, maka kotoran daki tersebut tidak mempengaruhi keabsahan bersucinya. Lain halnya dengan kotoran yang berasal dari debu. Demikian disebutkan Imam al-Baghawi dalam Fatawinya. Ini adalah pendapat yang kuat.” (Sulaiman bin Muhammad al-Bujairami, Tuhfatul Habîb ‘alâ Syarhil Khathîb, [Beirut, Dârul Kutubil ‘Ilmiyyah: 1417 H/1996 M], cetakan pertama, juz I, halaman 186).

Namun bila orang justru memilih mencabutnya sebelum mandi wajib, maka menurut sebagian ulama hukumnya makruh. Syekh Nawawi Banten menjelaskan:

ومن لزمه غسل يسن له ألا يزيل شيئا من بدنه ولو دما أو شعرا أو ظفرا حتى يغتسل لأن كل جزء يعود له في الآخرة فلو أزاله قبل الغسل عاد عليه الحدث الأكبر تبكيتا للشخص Artinya,

“Orang yang wajib mandi jinabat maka disunnahkan baginya agar tidak menghilangkan apapun dari badannya, meskipun berupa darah, rambut atau kuku, sehingga ia membasuhnya. Sebab di akhirat setiap bagian tubuh akan kembali kepadanya. Karnanya, bila ia menghilangkannya sebelum mandi, maka hadats besar akan kembali kepadanya untuk menegurnya.” (Al-Jawi, Nihâyatuz Zain, halaman 31). Yang terpenting, bila ia memilih mencabut bulu ketiak dan selangkangan, maka harus dipastikan tempat tumbuh bulu-bulu tersebut terbasuh dengan air secara sempurna.

Book your tickets