SYSTEM KEPENGURUSAN DAN PERJUANGAN ABUYA GUS LUQMAN selama 20 tahun

Dalam artikel kesempatan ini kami akan membagikan tentang pengalaman kami selama menjadi salah satu santri dan pengurus bersama Gus Luqman Al-Karim dimasa hidupnya dan bagaimana perjuangan sosok putra dari darah biru ini yaitu putra Mbah Fattah yang sudah tidak asing lagi bagi para jama’ah dan para santrinya dimanapun berada.

 Para pembaca budiman yang dimulyakan oleh Allah SWT yang pastinya kami mulai diamanahi untuk berkhidmat dan mendidik para santri beliau diberbagai tempat yang telah disediakan oleh Gus Luqman yaitu setelah kami dibiayai semua untuk meneruskan study setelah lulus jenjang SMP atau Tsanawiyah pondok untuk belajar diluar negeri Timur tengah atau tepatnya dihadaramaut Yaman selama lima tahun dengan pengabdian satu tahun disana  dan sayapun tidak sendiri karena dengan beberapa teman kami lainnya dengan tujuan tidak lain agar kita bisa memahami syariat dengan baik dan menjadi santri tauladan yang bagus dan tidak lain pula agar kelak kami bisa mengabdi kepada agama, umat, masyarakat dan negara dan meneruskan perjuangan sang pengasuh sebagaimana apa yang telah disampaikan oleh beliau, dan saat ini telah tiba waktunya bahwa kita harus selalu berusaha menjadi generasi beliau meskipun tidak semisal dengannya paling nggak kita bisa sedikit meneladani karekternya dan menyapaikan kepada yang membutuhkannya karena beliau adalah pewarisnya baginda Nabi Muhammad SAW , yang mana beliau sudah pindah ruhnya disisi Allah SWT dan berkumpul bersama idola dan orang yang dicintainya      ( semoga kita bisa berlumpul kelak bersama mereka. amiin) . motto beliau yaitu sebagimana apa yang telah disampaikan kepada para santrinya yaitu“ kita harus bisa menjadi orang yang senantiasa memberi kemanfaatan kepada yang lainnya”. Maka kita akan sukses dunia dan diakhirat karena beliau sudah mewujudkannya.

yang pastinya tak lepas  disetiap organisasi atau lembaga khususnya lembaga pendidikan islami yang mendidik karakter anak didik atau sebuah Pondok Pesantren yang mendidik para santrinya agar sukses dunia dan akhirat serta mendapatkan kebahagia diduanya , sesungguhnya itu tidaklah mudah terwujudkan kecuali dengan perjuangan yang besar, pengorbanan, ketulusan, kesabaran serta do’a, apalagi system yang diterapakan oleh beliau awalnya dengan sistem balasy atau majanan yaitu gratis total dimulai dari kebutuhan yang kecil seperti sabun mandi, sandal dll sampai yang besar seperti makan dan minum dipenuhi oleh pondok saat itu dalam masa kami modok dan sampai sekarag kecuali untuk uang konsumsi mereka sendiri. Dan pondok sinilah saya dibesarkan dan didik oleh beliau dan pengurus pada waktu itu  sampai sekarang giliran kami yang menjadi salah satu pengurus untuk para adik dan santrinya. diantara perjuangan yang tak akan pernah kami lupakan adalah kegigihan dan keistiqomahan beliau diwaktu ada ibadah akan berlangsung seperti Tawasulan atau ibadah malam yang diisi dengan qiyamullail dan pengajian rohani bersama Gus ,beliau sungguh terjun langsung keasrama santri sambil membunyikan klaksonya dan dawuh “ ayoo le ibadah tawasulan …….Bersambung…
yang akan datang ” Apa itu tawasulan…? dan bagaimana caranya …?

Book your tickets